Banyak orang ditolak KPR bukan karena tidak mampu, tetapi karena kurang paham cara mempersiapkan pengajuan. Berikut panduan lengkap agar KPR Anda lebih mudah disetujui oleh bank:
Pastikan tidak ada tunggakan cicilan, baik itu:
Bank menilai kemampuan bayar dari:
Total cicilan + calon cicilan KPR tidak boleh melebihi 40% dari penghasilan.
Jika sekarang cicilan Anda sudah banyak → lunasi atau restruktur terlebih dahulu.
Meski ada program DP minim, punya DP lebih besar memberi nilai plus karena risiko bank lebih kecil.
Untuk karyawan: mintalah slip gaji dan surat keterangan kerja.
Untuk pengusaha/UMKM: siapkan:
Bank lebih suka penghasilan yang teratur.
Jika baru pindah kerja → tunggu dulu minimal 3–6 bulan.
Bank melihat kepatuhan pajak → ajukan KPR dengan dokumen rapi.
Tidak harus pajak tinggi, yang penting sesuai dan jujur.
Semakin lama masa kerja, semakin besar peluang KPR disetujui.
Idealnya: masa kerja minimal 1 tahun di tempat yang sama.
Terlalu banyak pengajuan dalam waktu pendek terlihat mencurigakan.
Pilih 1 bank dulu, jika ditolak → evaluasi → baru ajukan ulang.
Setiap bank punya segmen:
Yang disebut developer rekanan, sehingga:
Jika legalitas rumah bermasalah, bank pasti menolak, meski penghasilan kuat.
Jika tempat kerja dan domisili berbeda kota, buat surat domisili agar data tidak bertentangan.
Umumnya diperlukan:
Bank akan menanyakan:
KPR bukan soal “punya uang atau tidak”, tetapi soal kesiapan administrasi dan rekam jejak keuangan.
Jika penghasilan sesuai, rekening sehat, dan dokumen lengkap → peluang disetujui sangat tinggi.
Leave a Comment